Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

257. St. Pius X (1903-1914)

Pius lahir di Riese dekat Treviso pada 2 Juni 1835, dengan nama Giuseppe Melchior Sarto. Terpilih menjadi paus pada 9 Agustus 1903. Ia tidak pernah melupakan kewajibannya terhdap kaum miskin. Sikap konservatifnya yang ekstrim membawanya untuk menentang dan mengutuk sejumlah ide demokrasi, khususnya apa yang disebut demokrasi orang Kristen. Ia memandangnya sebagai anarki dan pemberontakan terhadap aturan yang ditetapkan. Dengan karakteristiknya ini, ia mengucilkan banyak orang. Kepemimpinannya dianggap berebahaya bagi sejumlah orang, khususnya di antara Kuria yang bekerja sama dengannya dalam memerintah Gereja. Sikap Paus Pius menjadi masalah bagi mereka karena cara pandang yang berbeda. Meskipun demikian, paus mulai tegas untuk mereformasi struktur gereja dengan member tekanan pada kedispilinan dan pendidikan kaum klerus. Ia menulis dan mengumumkan secara resmi ketekismus yang ditujukan kepada anak-anak agar mereka dapat belajar setiap hari Minggu mengenai doktrin. Ia menyusun sebuah Kitab Hukum Kanonik yang baru dan mengatur publikasi secara berkala suatu volume Acta Apostolicae Sedis, yang di dalamnya berisi hukum dan disposisi paus dipromulgasikan. Sebenarnya ini merupakan suatu kumpulan dekrit tua dari Paus Geregorius IX. Ia mengembangkan devosi Katolik kepada Sakramen Ekaristi dan memperbarui Liturgi dan music gereja.

Ketika Konkordat dengan Perancis dilanggar pda tahun 1905, ia menolak semua tawaran pemerintah Perancis, dan tetap mempertahankan kebebasan Gereja. Pada 1907 ia mengutuk Modernisme dan segala pembaruan yang bermaksud mengubah status quo masyarakat sehingga karenanya ia tidak disenangi dan dimusuhi dimana-mana. Dibandingkan dengan para pendahulunya, ia lebih bersikap berdamai dengan Negara Italia, dan diantara segalanya, ia mencabut larangan terhadap orang-orang Katolik yang terlibat dalam kehidupan public. Dia berusaha dengan berbagai cara mencegah Perang Dunia I yang pecah pada tahun 1914. Ia tunjukkan kesungguhan hatinya dengan menolak permintaan Kaisar Joseph untuk memberkati pasukannya, sambil mengatakan: “Saya hanya memberkati perdamaian”. Paus Pius X wafat segera sesudah itu, ada yang mengatakan remuk akibat tragedy perang. Sungguh malang hidupnya. Ia wafat pada 20 Agustus 1914. Pada 1951 ia diangkat menjadi beato oleh Pus Pius XII dan ditetapkan sebagai orang kudus pada tahun 1954 oleh Paus Pius XII juga.